menggantungkan kebahagiaannya pada orang lain.
berharap kebahagiaan tersebut dapat diletakkan pada orang yg kita percaya(hati)
setelah orang itu pergi, disitu mereka sering terjebak.
mencari jawaban dari setiap pertanyaan;
kenapa?
kok bisa?
namun, ketika jawaban tersebut juga tidak kunjung didapat.
ia berani menyalahkan keadaan, orang lain bahkan tuhannya sendiri.
selain menyalahkan alam, ia juga sering mencari pelarian.
pelarian membalas dendam kepada orang lain yang tak patut diperlakukan sama seperti nasibnya
mencari pelarian ke hal hal yang bersifat negatif
sudahlah, semua itu tidak ada gunanya.
jawaban dari segala pertanyaan itu adalah
memaafkan diri sendiri, berdamai dengan masa lalu.
tidak perlu membuka aib seseorang tersebut karena kamu telah dikecawakan.
tidak perlu menebar kebencian dengan memberikatan hal negatif kepada orang lain.
berterima kasihlah padanya, sebab dengan begitu kamu bisa membandingkan mana kebahagiaan mana bukan.
ia telah menunjukan yang bukan-kebahagiaan yang selama ini kamu cari.
tersenyumlah, wahai kamu manusia yang telah terlahir dari orang tua yang berbahagia
perbaiki kepribadianmu menjadi lebih baik
benahi segala kebiasaan burukmu
sebab di depan sana, ada seseorang yang sama nasibnya denganmu sedang memperbaiki
hati, juga dirinya yang sedang terluka
kelak, kau akan dipertemukan ditempat dan waktu yang sama.
percayakan pada bunga yang mekar dan tumbuh diwaktu yang tepat.
Juni, 2016
Beranda/Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar