Rasa saling memiliki tanpa ada niatan saling menyakiti satu sama lain adalah alasan mengapa kita memilih untuk berpacaran pada saat itu. Tapi, pada akhirnya kita terjebak oleh perasaan kita sendiri. Pernahku mengimani bahwa suatu hubungan sudah layak jika: ( Aku cinta kamu, kamu cinta aku, cukup!). Nyatanya, aku terlalu naif. Melupakan bahwa ada hal lain yang patut untuk diperhitungkan.
- Agama?
- Pendidikan?
- Sosial?
Terimakasih karena telah menjadi figur yang baik yang dapat dijadikan pembelajaran untuk kehidupanku saat ini dan kedepan. Maaf atas kegagalan yang telah kulakukan, serta banyak hal yang pernah kujanjikan walau pada akhirnya hanya sekedar kalimat igauan belaka. Maafkan aku.
Kelak, jika kita bisa berjumpa kembali, akan kupastikan hatimu tak akan cemburu melihatku telah memiliki kekasih lain
Sebab, akanku jatuhkan hati ini sejatuh jatuhnya pada perempuan yang telah menjadi halalku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar